JellyPages.com

Selasa, 13 November 2012

EKSEKUTIV MUDA

Kita seringkali mendengar kata eksekutif, apalagi eksekutif muda. Profesi ini tentu menjadi impian banyak orang dan ternyata semua orang bisa menjadi eksekutif sukses di bidangnya. Lalu bagaimana caranya agar bisa menjadi eksekutif muda yang sukses? Menjadi eksekutif muda yang sukses itu hal yang mudah, asalkan Anda sudah mengetahui kuncinya. Ada lima kunci umum yang bisa membuat Anda menjadi eksekutif muda yang handal dan sukses. Apa saja itu? Simak baik-baik penjelasan berikut ini: 

1. Target Karier Pertama-tama, untuk menjadi eksekutif handal, kita harus membuat target karier yang ditulis dengan memetakan imajinasi atau lebih dikenal dengan mind mapping. Satu jalur untuk setiap target. Ini akan memudahkan kita dalam mencari pekerjaan seperti apa yang diinginkan.

 2. Kompetensi Setelah memetakan target, Anda perlu meningkatkan kompetensi yang Anda miliki dalam bidang tersebut. Kembangkan kemampuan Anda dalam bekerja agar bisa bersaing dengan eksekutif-eksekutif lainnya. Dengan begitu kita akan menjadi pekerja yang baik yang dapat diandalkan

 3. Konsistensi Setelah berhasil meningkatkan kompetensi, Anda harus bisa konsisten dengan kinerja Anda. Jangan sekali-kali malas, sungkan dan ngeluh dalam bekerja. Konsistenlah dengan pekerjaan Anda sejak awal jangan pernah menurunkan semangat bila perlu terus tingkatkan semangat itu baru konsisten.

 4. Koneksi Untuk menjadi eksekutif muda yang handal Anda harus mempunyai koneksi yang luas. Kita harus mencari koneksi tempat bekerja yang cocok dengan kompetensi yang dimiliki. Agar nantinya kompetensi yang kita miliki bisa dimanfaatkan dengan semestinya.

 5. Komitmen Komitmen untuk menjalankan pekerjaan dengan baik sangatlah penting jika ingin menjadi eksekutif muda. Karena dengan komitmen kita akan menjadi semangat, pantang menyerah dan senang dengan pekerjaan yang kita miliki sekarang. Selain lima hal itu, untuk bisa bertahan di tempat kerja yang baru diperlukan dua tips dan trik lain. Pertama, kenali tempat Anda melamar kerja kemudian ubah diri Anda dan sesuaikan dengan budaya tempat Anda bekerja.




Pasar Ceruk


Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis pemula ialah berharap semua orang akan membeli produknya. Sehingga saat ditanya, siapa target pasarnya, dia mengatakan bahwa target pasarnya adalah semua orang. Harapannya, semakin luas targetnya akan semakin banyak calon pembeli produknya.
Masalahnya, kita tidak bisa “terlihat bagus” bagi semua orang. Kriteria bagus semua orang akan berbeda. Jika kita ingin memiliki produk yang bagus bagi semua orang, maka kita harus membuat produk yang super hebat. Sementara sumber daya yang kita miliki sangatlah terbatas.
Maka, fokus pada ceruk pasar adalah solusi yang tepat. Pilihlah sekelompok orang yang memiliki karakter tertentu. Sebagai contoh jika Anda membidik ceruk pasar untuk orang yang berduit, maka kualitas menjadi hal yang utama. Jika Anda membidik orang miskin atau menengah ke bawah, maka kata hemat akan menjadi hal yang penting.
Ada orang yang mencoba ingin membidik hemat dan berkualitas. Anda menyajikan produk dengan harga murah namun dalam promosi Anda mengatakan bahwa produk Anda sangat berkualitas. Apakah klaim Anda akan dipercaya?
Orang, bagaimana pun akan melihat dan memiliki persepsi bahwa kualitas akan sebanding dengan harga. Saat kita menjual produk yang murah dan mengklaim bahwa produk kita berkualitas, orang berduit tetap akan menganggap produk kita murahan, toh harganya murah. Ujung-ujungnya hanya orang yang memiliki prioritas hemat yang membeli produk Anda.
Jadi, kita tidak perlu membuang energi untuk membujuk orang yang berorientasi kualitas dengan produk murah kita. Fokuskan saja usaha pemasaran Anda hanya untuk orang-orang yang memiliki orientasi hemat. Energi dan sumber daya akan terpusat sehingga akan memiliki kekuatan yang lebih daripada.
Jika Anda ingin membidik orang-orang berduit, maka buatlah produk sesuai dengan karakter mereka. Fokuslah pada mereka dan lupakan ceruk pasar yang lain. Orang kaya, akan memilih hotel berbintang dari pada hotel melati. Sediakan hotel berbintang dan tawarkan kepada orang berduit.
Tentu saja, ini adalah 2 contoh ceruk pasar yaitu orang yang berorientasi kualitas dan orang yang berorientasi hemat. Masih banyak ceruk-ceruk yang bisa kita bidik. Bahkan kita bisa membuat ceruk secara kreatif. Pusatkan energi Anda pada ceruk yang Anda pilih, maka Anda akan sukses disana.

AIDA

Banyak orang menggunakan konsep AIDA dalam penyampaian presentasi mereka. AIDA adalah Attention, Interest, Desire, dan Action.

ATTENTION (PERHATIAN)
Sangat penting untuk menarik perhatian pendengar Anda. Mungkin pendengar Anda berpikir seperti ini: 
Mengapa saya harus mendengarkan presentasi ini? 

Mengapa saya harus mendengarkan orang ini? Apakah dia layak? Apakah dia akan menyampaikan sesuatu yang berguna untuk diri saya?  
Bagaimana sebaiknya sikap saya saat presentasi? Formal, informal, serius, atau santai? 

Ada berbagai cara untuk menarik perhatian pendengar Anda. Namun, ice breaker merupakan salah satu metode yang paling efektif untuk menarik perhatian mereka. Jadi, latihlah ice-breaker Anda, kumpulkan ice-breaker untuk segala jenis presentasi, dan Anda akan berhasil dalam tahap ini.

INTEREST (KETERTARIKAN)
Setelah berhasil menarik perhatian pendengar, Anda harus bisa mempertahankan bahkan meningkatkan ketertarikan mereka. Bagaimana caranya? Anda harus menempatkan diri sebagai pendengar dan selalu bertanya kepada diri sendiri, “Apa untungnya bagi saya?” “Mengapa mereka perlu mendengarkan saya? Informasi apa saja yang menguntungkan/menarik bagi saya?” 

Agar dapat menarik perhatian pendengar, Anda harus mengatakan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka. Untuk itu, Anda harus tahu persis kebutuhan dan permintaan mereka. 

Saya sangat prihatin dengan orang yang menghabiskan banyak waktu mempersiapkan presentasi powerpoint. mereka, tetapi hanya sedikit atau tidak menyediakan waktu/usaha untuk lebih memahami pendengarnya. Bahkan, powerpoint yang tercanggih pun tidak dapat membantu Anda jika perkataan Anda tidak sesuai dengan kebutuhan mereka! Orang tidak peduli seberapa banyak yang Anda tahu, sebelum mereka tahu seberapa besar Anda peduli.

DESIRE (KEINGINAN)
Setelah Anda berhasil mempertahankan ketertarikan para pendengar, jangan berharap mereka segera mengatakan: “Baik, saya beli!” Itu tidak akan terjadi begitu saja. Anda harus menjadikan ketertarikan yang baru saja tercipta itusebagai dasar untuk melanjutkan langkah berikutnya. Anda harus membuat para pendengar itu benar-benar ingin memiliki apa yang Anda tawarkan. 

Untuk itu, Anda perlu menolong mereka untuk membayangkan bahwa mereka tengah menikmati keuntungan dari produk/pelayanan yang Anda tawarkan. Mereka harus merasakan dan memvisualisasikan kesan/perasaan positif dengan menggunakan produk Anda tersebut. 

Semakin nyata gambaran dan perasaan positif tersebut, mereka semakin ingin memiliki produk/pelayanan Anda.

ACTION (TINDAKAN)
Jika pendengar sudah memiliki keinginan atas produk/pelayanan Anda, Anda harus segera membuat mereka mudah mengambil tindakan. Semakin sederhana cara memesan produk itu, semakin banyak pesanan yang akan Anda dapatkan. Jadi, Anda harus berpikir bagaimana caranya memberi kemudahan bagi para pelanggan yang telah siap itu untuk memiliki produk yang Anda tawarkan.

Contohnya adalah pelelangan. Barang-barang yang sangat mahal terjual di pelelangan. Banyak orang kaya biasanya datang ke pelelangan. Sistem dalam pelelangan ini adalah membuat pelanggan sangat mudah untuk mengatakan “Ya”. Mereka hanya perlu menganggukkan kepala atau mengacungkan satu jari. Pelanggan bahkan tidak perlu berdiri atau mengisi formulir pesanan, atau pergi ke konter pembelian. 


Impulse Buying

Mendadak, keputusan yang tidak direncanakan untuk membeli, dibuat sebelum pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi dan perasaan memainkan peran penting dalam pembelian, dipicu dengan melihat produk atau setelah terpapar pesan promosi baik dibuat. Seperti pembelian berkisar dari kecil (coklat, pakaian, majalah) untuk memimpin substansial besar (perhiasan, kendaraan, karya seni) dan biasanya (sekitar 80 persen dari waktu) untuk masalah seperti kesulitan keuangan, penolakan keluarga, atau perasaan bersalah atau kekecewaan. Lihat disonansi kognitif juga.


Strategi meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan impulse buying akan sangat menguntungkan. Pernahkah Anda berpikir demikian? Strategi meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan impulse buying akan membantu Anda meningkatkan target penjualan. Impulse buying adalah mengubah daya tarik orang yang awalnya tidak berniat membeli menjadi membeli, ini penting dalam ,meningkatkan penjualan secara online maupun offline. Dari sekian strategi untuk memacu impulse buying, ada 5 hal yang perlu diperhatikan di awal.
Pertama, detilkan dan deskripsikan. Salah satu taktik dalam selling bahwa untuk bisa menjual sebuah barang maka harus mendekati aspek psikologisnya. Karena ini sesuai cara berpikir seseorang bahwa ketika seseorang memutuskan sesuatu termasuk memutuskan pembelian, salah satunya aspek psikologis, bukan hanya cara berpikir dan logika saja. Sebagai contoh, banyak sekali toko online yang hanya memampangkan gambar produk, sama sekali tidak ada diskripsi. Bagaimana konsumen akan tahu produk itu jika itu produk baru impor dari negara yang jauh sana? Minimal pembeli tahu bahwa produk itulah yang akan dibeli, berdasar dari spesifikasi yang ada. Karena calon pembeli bukan penebak jitu/peramal jitu hanya melihat gambar secara online maka diketahui semua dibalik produk.
Strategi meningkatkan penjualan
Strategi meningkatkan penjualan yang kedua adalah prediksi harapan sebenarnya dari produk yang Anda jual. Hal ini sangat penting untuk menunjukkan segi positif dari konsumen. Misalnya ketika Anda menjual kaos. Anda tidak menjual kelebihan dari sisi bahan kaos saja, tetapi juga benefit dari kaos tersebut. Tentu memang benefit ini baru akan muncul setelah produk diterima atau dipakai. Namun jangan lupa bahwa sebelumnya ada “layanan” yang mungkin menjadi prioritas dalam keputusan membeli, misal jaminan barang original, 4 hari sampai, dll.
Mungkin ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang strategi kedua ini, yaitu:
  1. Tebak dan prediksi apa yang sebenernya di harapkan dari produk sejenis, bisa ambil dari merek sebelumnya.
  2. Diskripsikan dengan pemikiran bahwa akan Anda jelaskan produk ini dari sisi kelebihan yang koneksi terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.
  3. Jangan biarkan toko online Anda seperti galeri foto produk, yang berisi hanya foto-foto saja tanpa penjelasan apapun.
Strategi meningkatkan penjualan yang ketiga adalah permudahlah cara membayar seinovatif mungkin. Semakin modern media dan teknologi, maka harapan terhadap kemudahan yang lain juga  harus Anda cukupi, salah satunya dengan mempermudah dari sisi pembayaran. Adanya internet banking, paypal, dan lain sebagainya cukup membantu. Namun perlu diingat bahwa itu baru dari sisi pelanggan ke kita sebagai penjual juga  harus memiliki alat pantau pembayaran seinovatif mungkinn. Misal menggunakan SMS Banking, Email reminder/notification, internet banking, dan sebagainya sehingga calon pembeli jangan dibiarkan menunggu terlalu lama. Semua ini untuk mencegah kecurigaan konsumen Anda. Karena pada dasarnya di media online banyak penipuan, sehingga kewaspadaan menjadi alas an mereka untuk memutuskan membeli juga.
Strategi keempat adalah adanya sebuah halaman tentang jaminan. Buatlah satu halaman yang berisi informasi jaminan, garansi, dan kualitas pengiriman. Strategi kelima adalah buat testimony per produk. Selama ini mungkin sudah membuat testimony pembelian dari banyak pelanggan, namun itu mungkin baru terhadap pelayanan yang berkualitas. Sehingga perlu dipertajam berkenaan testimoni yang fokus testimony per produk, jadi bukan  lagi testimoni terhadap transaksi umum saja. Dalam konsep psikologis, untuk merubah pikiran orang lain (konsumen) maka salah satunya mereka harus tahu diskripsi produk yang Anda  tawarkan ini atau mereka tahu apa yang Anda pikirkan atau, jangan anggap semua konsumen sudah tahu otomatis hanya dari sebuah foto produk di media  online.

Online Shop


“Demam shopping online bukan hal baru, namun manfaat shopping online lebih praktis dan cepat. Apalagi saat ini ada istilah time more valuable than money,”
(Yoris Sebastian - Chief Creative Officer OMG Consulting)
Benar kiranya pernyataan di atas. Kini semua hal semudah dan secepat mengedipkan mata. Berbelanja bukan lagi hal yang melelahkan. Terutama bagi para lelaki yang biasanya ‘mengutuk’ hobi para wanita ini. Bahkan tidak mengherankan jika berbelanja, tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan tapi telah menjadi gaya hidup di kalangan kaum urban.
Teknologi Internet
Siapa yang tak kenal internet? Bahkan pemerintah Indonesia pun mencanangkan internet masuk desa dan sekolah. Begitu pentingnya arti internet hingga tak jarang orang lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya entah untuk social networking, mencari informasi ataupun berbelanja.
Urusan belanja kini tak lagi harus dilakukan di pasar nyata, di mana pembeli dan penjual bisa bertemu langsung. Melalui kemajuan teknologi internet, proses berbelanja pun semakin mudah dan menyenangkan. Cukup dengan ‘klik’, orang bisa mendapat apa yang mereka inginkan. Tidak perlu beranjak dari tempat Anda berada, karena internet bisa diakses lewat personal computer dan handphone.
Di tahun 2010 ini, rupanya berbelanja online atau shopping online tetap menjadi tren.Apalagi, belakangan ini para konsumen online juga semakin menghargai kenyamanan dan peningkatan keamanan yang ditawarkan para penyedia belanja online. Ada yang memanfaatkan kemudahan online shop karena kebutuhan akan barang atau jasa yang ditawarkan. Namun, ada pula yang ber- shopping online ria karena merasa itu adalah bagian dari gaya hidup masa kini.
Inovasi Baru
Shopping online atau belanja online adalah salah satu cara belanja yang sedang marak. Sebenarnya cara belanja seperti ini sudah ada sejak 1979, diciptakan oleh Michael Aldrich dari Inggris. Baru pada Maret 1981 sistem ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat oleh Thomson Holidays.
Adapun tempat untuk shopping online disebut sebagai online store atau toko online.Toko bisa diartikan sebuah wadah/tempat untuk menggelar (menampilkan, memamerkan) barang dagangan.  Sedangkan online, saat ini bisa diartikan sebagai bersifat terhubung dengan jaringan internet. Sehingga toko online memiliki definisi sebuah tempat untuk menggelar (menampilkan, memamerkan) barang dagangan yang terhubung dengan jaringan internet.
Dalam penggunaannya, kata toko online sendiri memiliki beberapa persamaan istilah, baik dalam bahasa Indonesia atau bahasa asing. Persamaan istilah toko online adalahweb store, e-shop, toko maya, online shop, e-commerce, virtual shop, toko virtual, dan lain-lain, walau terkadang sebenarnya arti dari istilah-istilah itu sedikit berbeda.
Toko online yang ada saat ini dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori. Misalnya, dari cara penyajian produk, script yang digunakan, berbayar/tidaknya hostingyang digunakan, cara pembayaran, metode jual-beli, standar keamanan, dan lain-lain.
Seiring dengan perkembangan internet di Indonesia dan jumlah pengguna internet yang terus bertambah, online shop sekarang semakin marak, tidak hanya menjual peralatan dan perlengkapan elektronik saja tapi sudah merambah ke barang-barang lain seperti baju, sepatu, tas, buku, bahkan kue ulang tahun.
Saat ini yang banyak diminati adalah barang kebutuhan wanita seperti : baju, tas, aksesoris, kosmetik, dan mukena. Tak heran jika ada yang lebih mengenal online shop dengan nama boutique online (karena banyak menyediakan pakaian).
Tren Gaya Hidup
Couponsherpa.com, situs yang menawarkan layanan kupon misalnya, telah mengerjakan sejumlah riset dan menemukan tren yang terjadi pada belanja online. Berdasarkan temuan Couponsherpa. Com, para pembeli online didominasi kaum perempuan yang mencapai 63% dari total keseluruhan pembeli online. Sedangkan pertumbuhan paling pesat terjadi pada wanita yang sudah berkeluarga. Nampaknya, kebutuhan yang semakin besar dan keterbatasan waktu yang dialami para ibu rumah tangga membuat mereka lebih banyak berbelanja via online daripada sebelumnya. Sedangkan dari sisi usia, para pembeli yang berusia di bawah 45 tahun pertumbuhannya lebih pesat.
Secara keseluruhan Couponsherpa.com melihat, lebih dari 85% populasi online dunia telah menggunakan internet untuk melakukan pembelian. Bahkan,di Korea Selatan (Korsel) 99% pengguna internet pernah berbelanja online. Sehingga tidak heran jika Negeri Ginseng ini tercatat sebagai negara yang menempati persentase belanja online tertinggi. Konsumen Jerman, Inggris, dan Jepang menempati peringkat di bawah Korsel.
Belanja Berbasis Kepercayaan
Kekuatan bisnis online shop adalah basis kepercayaan yang dibangun diantara pembeli dan penjual. Kepercayaan itu timbul dari pembuktian. Penjual mengharapkan pembayaran yang lancar, konsumen yang jujur dan sabar serta pengiriman cepat, sehingga bisa mendapat keuntungan yang optimal. Pembeli mengharap dari penjual, pelayanan yang baik, barang cepat sampai, serta kesesuaian barang yang diterima dengan barang yang dipesan sebelumnya.
Kita tahu bahwa belanja online memang beresiko tinggi karena sistem penjualannya dengan melakukan pembayaran di muka. Seperti halnya di pasar offline, belanjaonline di internet tidak luput dari bahaya penipuan bahkan kemungkinan besar pembeli lebih mudah tertipu dikarenakan pembeli tidak bertemu langsung dengan penjual pada saat bertransaksi.
Biasanya, konsumen yang baru pertama kali berbelanja secara online akan merasa sedikit cemas. Kecemasan tersebut bermacam-macam, seperti takut tertipu, barang yang dipesan tidak sampai, serta ketidaksamaan produk yang diterima dengan produk yang di-order. Kendala dari sisi pemilikonline shop pun ada, seperti kehabisan stock, pengiriman terlambat, serta sikap para konsumen yang kadang mengjengkelkan.
Salah satu kekurangan cara belanja online adalah barang tidak langsung berada di tangan setelah membayar, tetapi harus menunggu beberapa waktu. Berbeda dengan sistem belanja konvensional yang berpegang pada prinsip ‘ada uang, ada barang’. Oleh karena itu butuh kehati-hatian para calon pembeli.
Ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya : pastikan Anda tahu apa Anda ingin beli. Cari tahu harga barang tersebut di pasaran. Pastikan online shop yang menjual barang tersebut benar-benar ada, dapat dipercaya, agar tidak tertipu. Lebih bagus jika ada rekomendasi dari teman atau keluarga yang bisa dipercaya. Lihat track record online shop tersebut dari komentar para konsumennya. Hati-hati dengan online shop dari situs jejaring social yang bisa dibuat oleh siapa saja. Jangan mudah tergiur bonus-bonus yang diberikan. Terakhir, bijaksanalah dalam berbelanja, agar Anda tidak terjebak dunia shopaholics.
Semoga tulisan ini membuat Anda mengetahui, mengerti, dan memahami tata cara penjualan onlinedan bagaimana cara membeli barang secara online dengan aman dan terpercaya.


Perilaku konsumen


Perilaku konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.








WINDOW SHOPPING


Window shopping adalah hobi yang menyenangkan dan murah dinikmati oleh orang di seluruh dunia. Proses ini melibatkan berjalan melalui distrik perbelanjaan atau mal dengan tujuan untuk melihat menampilkan jendela untuk setiap toko ritel di daerah. Orang dapat memilih untuk jendela toko sebagai cara untuk melewatkan waktu, mendapatkan ide untuk menampilkan yang dapat digunakan di rumah, atau untuk mengumpulkan beberapa inspirasi untuk hadiah memberi masa depan.

Salah satu atraksi terbesar window shopping adalah bahwa kegiatan tidak ada biaya apapun. Ini berarti bahwa setiap orang, tanpa memandang status keuangan saat ini, bisa pergi pada ekspedisi window shopping. Kegiatan ini umumnya dianggap lebih aman, karena orang pada anggaran yang terbatas sangat kecil kemungkinannya untuk membuat impuls membeli jika mereka tetap berada di luar toko.

Window shopping sejati adalah suatu kegiatan yang tidak pernah terburu-buru. Dalam rangka untuk menerima manfaat penuh, penting untuk mengejar berbelanja jendela dengan santai. Pembelanja jendela khas tidak peduli dengan berapa banyak menampilkan jendela yang diamati atau berapa banyak waktu yang dihabiskan menikmati masing-masing menampilkan. Sebaliknya, fokusnya adalah pada menikmati barang-barang yang ditampilkan di jendela, serta membuat catatan dari cara masing-masing pemilik toko memilih untuk menampilkan semua item yang termasuk dalam presentasi.